Kajian Sabtu Siang (KASASI) yang diselenggarakan oleh Amal Usaha Muhammadiyah Menggala

 


Kajian Sabtu Siang (KASASI) yang diselenggarakan oleh Amal Usaha Muhammadiyah Menggala kembali dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Masjid Al Fajar yang berada di Kompleks Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tulang Bawang. Kegiatan tersebut diikuti oleh civitas pendidikan dari SMP Muhammadiyah Menggala, SMA Muhammadiyah 1 Menggala, serta Pondok Pesantren Modern MBS Tulang Bawang.

KASASI merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman, serta mempererat ukhuwah di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah. Melalui kajian ini, para peserta mendapatkan penguatan spiritual sekaligus ruang silaturahmi antar pendidik dan pengelola amal usaha Muhammadiyah.

Dalam perayaannya, Kepala Pondok Pesantren Modern MBS Tulang Bawang, Ustadz Sabiq menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir, khususnya para guru serta ustadz dan ustadzah. Ia berharap kegiatan kajian ini dapat menjadi sarana refleksi diri serta mampu menambah wawasan keislaman bagi seluruh peserta.

Pada kesempatan tersebut, panitia menghadirkan Ustadz Sidik Saiful Anwar, S.Ag sebagai pemateri kajian. Dalam materinya, beliau menyampaikan pembahasan tentang makna “haram disentuh neraka”, golongan yaitu orang-orang yang dijauhkan dari siksa neraka karena memiliki akhlak yang mulia. Lebih lanjut dijelaskan bahwa akhlak tersebut tercermin dalam sifat hayyin yang berarti lemah lembut dan tidak kasar, layyin yang bermakna lembut hati, qarib yaitu mudah didekati dan ramah, serta sahl yang berarti mudah dalam bergaul dan tidak berteman dengan orang lain.

Melalui pelaksanaan KASASI ini, diharapkan nilai-nilai akhlak mulia yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Amal Usaha Muhammadiyah Menggala dalam menumbuhkan karakter islami serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pelatihan keumatan. (Joko Riyanto)

Posting Komentar

0 Komentar