Candipuro — Pondok Pesantren di wilayah Candipuro mendapat kunjungan istimewa dari tamu kemanusiaan asal Gaza Palestina, Majdi Anas Al-Mashry, pada Kamis, 27 November 2025. Kehadirannya membawa kisah pilu tentang kondisi warga Gaza yang hingga kini terus berjuang di tengah serangan tanpa henti.
Di hadapan para santri, Majdid menceritakan bahwa fasilitas pendidikan dan ibadah di Gaza banyak yang hancur akibat serangan yang berkepanjangan.
“Di Gaza, sekolah kami sudah tidak ada. Masjid pun banyak yang hancur. Untuk makan saja kami sangat kesulitan,” ungkap Majdid penuh kesedihan.
Ia menjelaskan bahwa makanan yang tersedia sangat terbatas, sehingga banyak keluarga harus berbagi sedikit makanan hanya untuk bertahan hidup setiap harinya. Kondisi ini membuat masyarakat Gaza terpaksa hidup dalam rasa takut, kekurangan, dan ancaman yang berlangsung setiap waktu.
Melalui kisah tersebut, Majdi menyampaikan pesan penting tentang rasa syukur.
“Kalian di sini diberi kemudahan untuk belajar, makan cukup, dan hidup aman. Maka bersyukurlah atas nikmat yang Allah berikan,” pesannya.
Penjelasan tersebut membuat suasana menjadi haru. Para santri terlihat menyimak dengan penuh perhatian, memikirkan setiap kata yang disampaikan. Sebagian bahkan meneteskan air mata ketika menyadari betapa beratnya perjuangan saudara-saudara seiman mereka di Gaza.
Kunjungan Majdi Anas Al-Mashry ini menjadi momentum penting untuk mempererat kepedulian terhadap kemanusiaan dan meningkatkan rasa empati di kalangan santri terhadap penderitaan umat Islam di Palestina.
Editor : Muhammad Lutfi Hasan


0 Komentar